Voltage Follower
1. Pendahuluan [kembali]
Voltage
follower, juga dikenal sebagai unity gain amplifier, adalah jenis sirkuit
elektronik yang memiliki karakteristik unik di mana tegangan outputnya sama
dengan tegangan inputnya. Hal ini dicapai dengan menggunakan operational
amplifier (op-amp) dengan gain tegangan yang sangat tinggi.
Salah satu kegunaan utama dari voltage follower adalah sebagai buffer
antara sumber sinyal dengan beban, karena memiliki impedansi input yang tinggi
dan impedansi output yang rendah. Dengan demikian, voltage follower mampu
menghasilkan tegangan output yang stabil tanpa mempengaruhi sumber
sinyal.
Selain itu, voltage follower juga
digunakan dalam aplikasi di mana diperlukan isolasi tegangan antara dua bagian
sirkuit, atau untuk mengubah impedansi sinyal. Meskipun sederhana dalam
desainnya, voltage follower memiliki peran yang penting dalam menjaga
integritas sinyal dalam sistem elektronik.
2. Tujuan [kembali]
1. Dapat mengetahui peng-aplikasian voltage follower
2. Dapat memahami rangkaian
voltage follower
3. Dapat mensimulasikan rangkaian voltage follower
3. Alat dan Bahan [kembali]
ALAT:
a. Voltmeter
DC
Difungsikan
guna mengukur besarnya tegangan listrik yang terdapat dalam suatu rangkaian
listrik. Dimana, untuk penyusunannya dilakukan secara paralel sesuai pada
lokasi komponen yang sedang diukur.
BAHAN:
a. Baterai
Baterai merupakan sebuah alat yang
mengubah energi kimia yangtersimpan menjadi energi listrik. Pada percobaan
kali ini, baterai berfungsi sebagai sumber daya.
b. Transistor
NPN BC547
Transistor merupakan alat
semikonduktor yang dapat digunakan sebagai penguat sinyal, pemutus atau
penyambung sinyal (switching), stabilisasi tegangan, dan fungsi lainnya.
Transistor memiliki 3 kaki elektroda, yaitu basis, kolektor, dan emitor.
Pada rangkaian kali ini digunakan transistor BC547 bertipe NPN.
Spesifikasi dan konfigurasi pin:
c. Ground
Ground
adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak
balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan sinyal
listrik dalam rangkaian elektronika.
d. Sensor magnet
(magnetic reed switch)
Reed
Switch adalah sensor yang berfungsi juga sebagai saklar yang
aktif atau terhubung apabila di area jangkauan nya terdapat medan magnet.
Spesifikasi:
Konfigurasi pin:
1. VCC =
3.3V-5V
2. Gnd
3. Digital
Output
Grafik Respon:
e. Sensor Infrared
Sensor
Infrared merupakan komponen elektronika yang dapat mendeteksi benda ketika
cahaya infra merah terhalangi oleh benda. Sensor infared terdiri dari led
infrared sebagai pemancar sedangkan pada bagian penerima biasanya terdapat foto
transistor, fotodioda, atau inframerah modul yang berfungsi untuk menerima
sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
Konfigurasi pin:
f. Op-Amp
741
IC UA
741 adalah Op-amp (penguat operasional) tujuan umum dan dianggap sempurna dalam
aplikasi pengikut tegangan karena tidak ada fungsi latch-up. Selain itu,
kisaran tegangan input daya adalah mode umum tinggi. IC ini adalah Op-amp
berkinerja tinggi yang dirancang dengan chip silikon tunggal.
Spesifikasi
dan Konfigurasi Pin:
Spesifikasi
dari IC UA741 meliputi berikut ini:
· Supply
tegangan ±18V
· Perbedaan
tegangan input daya adalah ±15V
· Rasio
penolakan mode umum adalah 90dB
· Amplifikasi
tegangan diferensial adalah 200V/mv
· Arus
supply adalah 1.5mA
· Pin
ini dapat diakses dalam berbagai paket seperti paket 8-Pin PDIP, VSSOP, &
SOIC
IC
UA741 terdiri dari 8-pin, Konfigurasi:
· Pin1
& Pin5 (Offset N1 & N2): Pin ini digunakan untuk mengatur tegangan
offset jika perlu
· Pin2
(IN-): Pin Inverting Op-amp
· Pin3
(IN +): Pin Non-inverting dari
Op-amp
· Pin4
(Vcc-): Pin ini terhubung ke ground jika tidak rel negatif
· Pin6
(Output): output daya pin Op-amp
· Pin7
(Vcc +): Pin ini terhubung ke + ve rail dari supply tegangan
· Pin8
(NC): Tidak ada koneksi
g. Resistor
Resistor
merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi arus yang
mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi sebagai terminal antara dua
komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor sebanding dengan arus yang
melewatinya.
Spesifikasi:
h. Motor
DC
Motor
DC digunakan sebagai output dari rangkaian dan juga merupakan alat yang dapat
mengubah energi listrik menjadi energi listrik menjadi energi gerak berupa
putaran.
Konfigurasi pin:
Pin 1 : Terminal 1
Pin 2 : Terminal 2
Spesifikasi Motor DC
i. Lampu
Lampu adalah suatu perangkat yang dapat menghasilkan cahaya saat dialiri arus listrik.
j. Sound
Sensor
Sensor
Suara adalah sensor yang memiliki cara kerja merubah besaran suara menjadi
besaran listrik. Pada dasarnya prinsip kerja pada alat ini hampir mirip dengan
cara kerja sensor sentuh pada perangkat seperti telepon genggam, laptop, dan
notebook. Sensor ini bekerja berdasarkan besar kecilnya kekuatan gelombang
suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor
yang memiliki kumparan kecil dibalik membran tersebut naik dan turun. Kecepatan
gerak kumparan tersebut menentukan kuat lemahnya gelombang listrik yang
dihasilkannya.
Spesifikasi :
- Sensitivitas
dapat diatur (pengaturan manual pada potensiometer)
- Condeser
yang digunakan memiliki sensitivitas yang tinggi
- Tegangan kerja antara 3.3V – 5V
- Terdapat
2 pin keluaran yaitu tegangan analog dan Digital output
- Sudah
terdapat lubang baut untuk instalasi
- Sudah terdapat indikator led
Konfigurasi pin:
Grafik:
k. Relay
Relay adalah
salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyambung
dan memutuskan arus listrik dalam sebuah rangkaian. Karena
fungsi relay tersebut, itulah mengapa komponen yang satu ini
juga disebut sebagai saklar.
Spesifikasi
Relay umumnya adalah tegangan input 5 VDC, 12 VDC atau 48 VDC. Untuk common dan NO NC umumnya
220 vac dengan arus kerja 10 A.
Konfigurasi pin:
Spesifikasi:
4. Dasar Teori [kembali]
a. Resistor
Resistor
adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan
tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian elektronika. Satuan Resistor adalah Ohm
(simbol: Ω) yang
merupakan satuan SI untuk resistansi listrik. Resitor mempunyai nilai
resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara
kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus
dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan hukum Ohm (V = I.R ).
Cara
menghitung nilai resistor:
Tabel
dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di tubuh resistor :
Perhitungan
untuk resistor dengan 4 gelang warna :
· Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ke-1 (pertama)
· Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ke-2
· Masukkan
Jumlah nol dari kode warna gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10
(10^n)
· Gelang
ke 4 merupakan toleransi dari nilai resistor tersebut
Perhitungan
untuk resistor dengan 5 gelang warna :
· Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ke-1 (pertama)
· Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ke-2
· Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ke-3
· Masukkan
Jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10
(10^n)
· Gelang
ke 5 merupakan toleransi dari nilai resistor tersebut.
Rumus:
b. Transistor
NPN
Transistor
merupakan alat semikonduktor yang dapat digunakan sebagai penguat sinyal,
pemutus atau penyambung sinyal, stabilisasi tegangan, dan fungsi lainnya.
Transistor memiliki 3 kaki elektroda, yaitu basis, kolektor, dan emitor.
Transistor ini diperumpamakan sebagai saklar, yaitu ketika kaki basis
diberi arus, maka arus pada kolektor akan mengalir ke emiter yang disebut
dengan kondisi ON. Sedangkan ketika kaki basis tidak diberi arus, maka
tidak ada arus mengalir dari kolektor ke emitor yang disebut dengan
kondisi OFF. Namun, jika arus yang diberikan pada kaki
basis melebihi arus pada kaki kolektor atau arus pada kaki kolektor
adalah nol (karena tegangan kaki kolektor sekitar 0,2 - 0,3 V), maka
transistor akan mengalami cutoff (saklar tertutup).
Transistor
adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari
bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Masing-masing kaki
disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.
· Emitor
(E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
· Kolektor
(C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam
transistor.
· Basis
(B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari
transistor melalui kolektor.
Rumus:
c. Baterai
Baterai adalah perangkat yang
terdiri dari satu atau lebih sel elektrokimia dengan koneksi
eksternal yang disediakan untuk memberi daya pada perangkat listrik
seperti senter, ponsel, dan mobil listrik. Ketika baterai
memasok daya listrik, terminal positifnya adalah katode dan
terminal negatifnya adalah anoda. Terminal bertanda negatif adalah
sumber elektron yang akan mengalir melalui rangkaian listrik eksternal ke
terminal positif. Ketika baterai dihubungkan ke beban listrik eksternal,
reaksi redoks mengubah reaktan berenergi tinggi ke produk berenergi
lebih rendah, dan perbedaan energi-bebas dikirim ke sirkuit eksternal
sebagai energi listrik. Secara historis istilah "baterai" secara
khusus mengacu pada perangkat yang terdiri dari beberapa sel, namun
penggunaannya telah berkembang untuk memasukkan perangkat yang terdiri dari
satu sel.
Prinsip
operasi
Baterai mengubah energi kimia
langsung menjadi energi listrik. Baterai terdiri dari sejumlah sel volta. Tiap
sel terdiri dari 2 sel setengah yang terhubung seri melalui
elektrolit konduktif yang berisi anion dan kation. Satu sel setengah termasuk
elektrolit dan elektrode negatif, elektrode yang di
mana anion berpindah; sel-setengah lainnya termasuk elektrolit dan
elektrode positif di mana kation berpindah.
Reaksi redoks akan mengisi ulang baterai. Kation akan tereduksi
(elektron akan bertambah) di katode ketika pengisian, sedangkan anion akan
teroksidasi (elektron hilang) di anode ketika pengisian. Ketika digunakan,
proses ini dibalik. Elektrodanya tidak bersentuhan satu sama lain, tetapi
terhubung via elektrolit. Beberapa sel menggunakan elektrolit yang berbeda
untuk tiap sel setengah. Sebuah separator dapat membuat ion mengalir di antara
sel-setengah dan bisa menghindari pencampuran elektrolit.
d. Opamp
Operational
Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah salah satu dari
bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik. Sebuah
Op-Amp terdiri dari beberapa transistor, dioda, resistor dan kapasitor yang
terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan
gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. Dalam bahasa
Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering disebut juga dengan penguat
operasional.
Secara
umum, Operational Amplifier (Op-Amp) yang ideal memiliki
karakteristik sebagai berikut :
· Penguatan
Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
· Tegangan
Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
· Impedansi
Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
· Impedansi
Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
· Lebar
Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
· Karakteristik
tidak berubah dengan suhu
Inverting Amplifier
Rumus:
NonInverting
Rumus:
Komparator
Rumus:
Adder
Rumus:
Bentuk Gelombang
Resistor
e. Ground
Ground adalah titik yang dianggap
sebagai titik kembalinya arus listrik arus searah atau titik kembalinya sinyal
bolak balik atau titik patokan (referensi) dari berbagai titik tegangan dan
sinyal listrik di dalam rangkaian elektronika.
Kegunaan
Ground
1. Titik kembali nya arus atau sinyal listrik
2. Pelindung terhadap gelombang elektromagnetik dari
udara sekitar
3. Pengaman setrum jika ada kerusakan (ground sesungguhnya)
4. Titik patokan (referensi) tegangan atau sinyal
dari berbagai titik di rangkaian.
5. Menghilangkan dengung (hum) pada penguat audio (amplifier)
6. Mengurangi Noise pada penguat audio (amplifier)
7. Pada kendaraan (mobil atau motor) mengurangi
kebutuhan kabel listrik, karena menjadikan body motor atau mobil sebagai
pengganti kabel negatif.
8. dll.
f. Motor
DC
Motor
listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut
sebagai motor arus searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal
dan memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat
menggerakannya.
Prinsip
Kerja Motor DC
Terdapat dua bagian utama pada
sebuah motor listrik DC, yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian motor
yang tidak berputar, bagian yang statis ini terdiri dari rangka dan kumparan
medan. Sedangkan rotor adalah bagian yang berputar, terdiri dari kumparan
jangkar. Pada prinsipnya motor DC menggunakan fenomena elektromagnet untuk
bergerak, ketika arus listrik diberikan ke kumparan, permukaan kumparan yang
bersifat utara akan bergerak menghadap ke magnet yang berkutub selatan dan
sebaliknya. Karena kutub utara dan selatan kumparan bertemu maka akan terjadi
saling tarik menarik yang menyebabkan pergerakan kumparan berhenti.
Untuk
menggerakannya lagi, tepat pada saat kutub kumparan berhadapan dengan kutub
magnet, arah arus pada kumparan dibalik. Dengan demikian, kutub utara kumparan
akan berubah menjadi kutub selatan dan kutub selatannya akan berubah menjadi
kutub utara. Pada saat perubahan kutub tersebut terjadi, kutub selatan kumparan
akan berhadap dengan kutub selatan magnet dan kutub utara kumparan akan
berhadapan dengan kutub utara magnet. Karena kutubnya sama, maka akan terjadi
tolak menolak sehingga kumparan bergerak memutar hingga utara kumparan
berhadapan dengan selatan magnet dan selatan kumparan berhadapan dengan utara
magnet. Pada saat ini, arus yang mengalir ke kumparan dibalik lagi dan kumparan
akan berputar lagi karena adanya perubahan kutub. Siklus ini akan berulang-ulang
hingga arus listrik pada kumparan diputuskan.
g. LED
LED
merupakan sebuah komponen yang menghasilkan cahaya monokromatik ketika diberi
tegangan. LED terbuat dari semikonduktor dan perbedaan warna yang
dihasilkan disebabkan perbedaan bahan semikonduktor yang digunakan.
LED
merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara
kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub
Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya
apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.
LED
terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan
junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah
proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang
murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika
LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke
Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah
yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type
material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan
memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).
h. Sensor
magnet
Prinsip Sensor Magnet :
Sensor Magnet adalah berdasarkan
Hukum Faraday dimana apabila sebuah penghantar memotong suatu medan magnet maka
pada kedua ujung penghantar tersebut akan menimbulkan Gaya Gerak Listrik (GGL))
atau Electromagnetic Force (Emf). Besaran Emf tersebut adalah tergantung kepada kuat
medan magnet dan kecepatan pemotongan. Apabila Sensor tersebut menerima getaran
maka batang magnet tersebut akan ikut bergetar dan medan magnet tersebut akan
terpotong-potong oleh gulungan kawat sehingga kedua ujung gulungan kawat
tersebut akan menimbulkan tegangan.
Grafik Respon:
i. Sensor
Infrared
Sensor
Infrared adalah komponen elektronika yang dapat mendeteksi benda ketika cahaya
infra merah terhalangi oleh benda. Sensor infared terdiri dari led infrared
sebagai pemancar sedangkan pada bagian penerima biasanya terdapat foto
transistor, fotodioda, atau inframerah modul yang berfungsi untuk menerima
sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
Prinsip Kerja Sensor Infrared
Gambar 1.
Ilustrasi prinsip kerja sensor infrared
Grafik Respon Sensor Infrared
Gambar 4.
Grafik respon sensor infrared
Grafik menunjukkan hubungan antara resistansi dan jarak potensial untuk
sensitivitas rentang antara pemancar dan penerima inframerah. Resistor yang
digunakan pada sensor mempengaruhi intensitas cahaya inframerah keluar dari
pemancar. Semakin tinggi resistansi yang digunakan, semakin pendek jarak IR
Receiver yang mampu mendeteksi sinar IR yang dipancarkan dari IR Transmitter
karena intensitas cahaya yang lebih rendah dari IR Transmitter. Sementara
semakin rendah resistansi yang digunakan, semakin jauh jarak IR Receiver mampu
mendeteksi sinar IR yang dipancarkan dari IR Transmitter karena intensitas
cahaya yang lebih tinggi dari IR Transmitter.
j. Buzzer
Buzzer adalah sebuah
komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi
getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan
loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang
terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga
menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar,
tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang
pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara
bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara.
k. Relay
Relay
merupakan komponen elektronika berupa saklar atau swirch elektrik yang
dioperasikan secara listrik dan terdiri dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet
(coil) dan mekanikal (seperangkat kontak Saklar/Switch). Komponen
elektronika ini menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakan
saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat
menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Berikut adalah simbol
dari komponen relay.
Pada
dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :
· Electromagnet
(Coil)
· Armature
· Switch
Contact Point (Saklar)
· Spring
l. Sound Sensor
Sensor suara adalah sebuah alat
yang mampu mengubah gelombang Sinusioda suara menjadi
gelombang sinus energi listrik (Alternating Sinusioda Electric Current). Sensor
suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang
mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga
terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh
karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau
berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat
gelombng magnet yang mengalir melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak
kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya.
Sensor
suara adalah sensor yang cara kerjanya merubah besaran suara menjadi besaran
listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaannya. Komponen yang termasuk dalam Sensor
suara yaitu electric condenser microphone atau mic kondenser.
Intensitas suara adalah ukuran dari
"aliran energi melewati satuan luas per satuan waktu" dan unit
pengukuran adalah W/m2 Probe intensitas suara mikrofon ini dirancang untuk
menangkap intensitas suara bersama dengan unit arah aliran sebagai besaran
vektor. Hal ini dicapai dengan menggabungkan lebih dari satu mikrofon di probe
untuk mengukur aliran energi suara. mikrofon konvensional dapat mengukur
tekanan suara (unit: Pa), yang mewakili intensitas bunyi di tempat tertentu
(satu titik), tetapi dapat mengukur arah aliran. Mikrofon
intensitas bunyi Oleh karena itu digunakan untuk sumber suara memeriksa dan
untuk mengukur kekuatan suara.
Prinsip kerja :
Sensor suara adalah sensor yang cara
kerjanya yaitu merubah besaran suara menjadi besaran listrik. Sinyal yang masuk
akan di olah sehingga akan menghasilkan satu kondisi yaitu kondisi 1 atau 0.
Sensor suara banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Contoh
Pengaplikasian sensor ini adalah yang bekerja pada system robot. Suara yang
diterima oleh microfon akan di transfer ke pre amp mic, fungsi pre amp mic ini
adalah untuk memperkuat sinyal suara yang masuk kedalam komponen.
Setelah
sinyal suara diterima oleh preamp mic, kemudian di kirim lagi ke rangkaian
pengkonfersi yang mana rangkaian ini berfungsi untuk merubah sinyal suara yang
berbentuk sinyal digital menjadi sinya analog agar bisa dibaca oleh
mikrokontroler. Jika sinyal tersebut diterima oleh mikro kontroler maka akan
diolah sesuai dengan program yang dibuat, apakah robot akan berjalan atau
berhenti.
Suara
yang masuk direkam oleh komponen kemudian akan disimpan oleh memory. Sebagai
contoh jika kita bertepuk tangan 1 kali maka akan dikenali sebagai kondisi 1
atau on sehingga robot dapat berjalan. Jika bertepuk tangan 2 kali maka robot
akan mati atau mendapat sinyal kondisi 0. Penggunaan sinyal tergantung dari
user bagaimana dia menggunakannya.
Kesensitifan
sensor suara dapat diatur, semakin banyak condensator yang digunakan pada pre
amp maka akan semakin baik daya sensitive dari sensor suara tersebut. Begitu
juga pada saat penggunaan suara harus dalam kondisi tertentu, karena jika
terdapat suara lain yang masuk maka akan tidak dikenali oleh sensor, begitu
pula frekuensi yang digunakan harus sesuai pada saat kita menginput suara awal
dan input suara pada saat menjalankan program.
5. Percobaan [kembali]
1. Prosedur percobaan
- siapkan komponen yang dibutuhkan
- letakkansemua
komponen sesuai dengan gambar dibawah
- selanjutnya hubungkan ke motor
- letakan
juga sensor suara,sensor magnetic,sensor infra red
- setelah
semua komponen tersusun dan terhubung,
- play kan simulasinya
- jika
benar maka simulasi bisa dibuat applikasinya.
2. Gambar rangkaian
3. Prinsip kerja
saat sensor infra red mendeteksi
adanya pergerakan maling maka sensor infra red akan berlogika satu dan akan
menyebabkan adanya tegangan dari vcc menuju vout diteruskan ke resistor
kemudian ke kaki non inverting dari op-amp dan terjadi penguatan duakali tegangan
selajutnya diteruskan ke resistor kemudian ke kaki basis transistor sehingga
transistor aktif dan terdapat tegangan dari relay menuju ke kaki kolektor di
teruskan ke kaki emitor.switch relay berpindah kekiri dan menyebabkan led aktif
dan buzzer berbunyi
Sound
sensor akan mendeteksi adanya suara yang dihasilkan buzzer dan membuat sound
sensor mengeluarkan tegangan pada output yang besarnya sekian menuju op-amp
dikaki inverting. Arus keluaran adalah hasil penguatan 2 kali dan dialirkan
menuju motor sebagai pengunci tuas pintu otomatis.
Magnetic
sensor akan mendeteksi adanya gerakan, sehingga ketikaatm dibukak atau magnetic
sensor berlogika 1 maka akan mengeluarkan arus pada output yang dialirkan
menuju op-amp dikaki inverting. Arus keluaran adalah hasil penguatan 2 kali dan
dialirkan menuju ke kaki basis transistor. Karena kaki basis transistor
mendapatkan arus, maka arus akan mengalir dari kaki kolektor ke kaki emitor,
sehingga relay mendapatkan tegangan dan akan switch ke kiri. Perpindahan/switch
relay tersebut akan membuat rangkaian tertutup sehingga akan menghidupkan motor
(pelepas gas carbon monoksida).
6. Download File [kembali]
Isi dari bagian Problem...
Komentar
Posting Komentar