Laporan Akhir Modul 3
JURNAL
PRAKTIKUM
HUKUM OHM, MESH
Nama
: Dara Likandra
No BP
: 2510951006
Tanggal Praktikum : 23 Mei 2026
Asisten : 1. Faren Muhammad Abdad
2. Arina Putri Widiastuti
1. Hukum Ohm
| R terbaca | V | I | V Terhitung | I Terhitung |
| 560Ω | 5 V | 0.008 A | 4.48 V | 0.00892 A |
| 1000Ω | 5 V | 0.004 A | 4 V | 0.005 A |
| 1200Ω | 5 V | 0.004 A | 4.8 V | 0.00416 A |
| V Toleransi (%) | I Toleransi (%) |
| 0.1160 % | 0.1031% |
| 0.25 % | 0.2% |
| 0.0416 % | 0.0398% |
2. Mesh
| Resistor | Resistansi | Tegangan terukur | Arus terukur | Arus Mesh (perhitungan) | ||
| Terbaca | Terukur | |||||
| Ra | 1kΩ | 981 | 6.93V | 6.47mA | IRa | 2.89mA |
| Rb | 1kΩ | 733 | 1.886V | 1.25mA | IRb | 0.78mA |
| Rc | 1kΩ | 631 | 0.63V | 0.56mA | IRc | 0.26mA |
| Rd | 1kΩ | 732 | 5.14V | 4.94mA | IRd = I1 - I2 | 2.11mA |
| Re | 1kΩ | 788 | 1.25V | 1.15mA | IRe = I2 - I3 | 0.52mA |
| Rf | 1kΩ | 783 | 0.629V | 0.58mA | IRf | 0.26mA |
| Rg | 1kΩ | 721 | 1.80V | 1.8mA | IRg | 0.78mA |
1. Hukum Ohm
- Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
2. Teorema Mesh
- Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
-
Teorema Mesh
-
Hukum Ohm
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan!
Jawaban :
- R terbaca = 560 Ω ,R perhitungan = 625 Ω
- R terbaca = 1000 Ω ,R perhitungan = 1250 KΩ
- R terbaca = 1200 Ω ,R perhitungan = 1250 KΩ
Berdasarkan data nilai resistansi terbaca dan perhitungan memiliki nilai yang berbada, hal ini disebabkan oleh pengaruh hambatan dalam pada alat ukur maupun pada kabel yang digunakan.
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?
Jawaban :
Faktor yang menyebabkan kesalahan pengukuan pada percobaan hukum ohm, yaitu:
1) Kesalahan praktikan saat mengambil nilai percobaan
2) Perubahan suhu yang mempengaruhi nilai hambatan
3) Kualitas komponen dan sambungan yang kurang baik
4) Bisa juga disebabkan oleh sumber tegangan tidak stabil
3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?
Jawaban : Menurut hukum ohm, jika nilai resistansi (R) diperbesar sementara tegangan (V) tetap, maka arus (I) akan menurun karena arus berbanding terbalik dengan resistansi, sesuai dengan persamaan I=V/R. Sehingga semakin besar hambatan, semakin kecil arus yang mengalir dan hal ini sepenuhnya sesuai dengan teori hukum ohm.
-
Kirchhoff
1. Jika salah satu resistor pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus di setiap cabang?
Jawaban : Berdasarkan Hukum Kirchoff, jika nilai salah satu resistor pada suatu cabang diperbesar, maka arus yang mengalir pada cabang tersebut akan menjadi lebih kecil karena hambatannya bertambah. Akibatnya arus akan lebih banyak mengalir ke cabang yang memiliki hambatan lebih kecil. Akan tetapi, jumlah total arus yang masuk dan keluar dari titik cabang tersebut tetap sama sesuai dengan Kirchoff Current Law (KCL)
2. Apakah jumlah aljabar tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?
Jawaban : Berdasarkan Kirchoff Voltage Law (KVL), jumlah total tegangan dalam loop tertutup harus sama dengan nol. Akan tetapi, berdasarkan percobaan yang dilakukan, penjumlahan tegangan terukur tidak pas bernilai nol melainkan mendekati nol. Perbedaan ini masih dinilai wajar, karena dipengaruhi oleh alat ukur, resistansi dalam kabel penghubung, serta tingkat ketelitian multimeter.
-
Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.
Jawaban :
Resistor
Resistansi
Tegangan terukur
Arus terukur
Arus Mesh (perhitungan)
Terbaca
Terukur
Ra
1kΩ
981
6.93V
6.47mA
IRa
2.89mA
Rb
1kΩ
733
1.886V
1.25mA
IRb
0.78mA
Rc
1kΩ
631
0.63V
0.56mA
IRc
0.26mA
Rd
1kΩ
732
5.14V
4.94mA
IRd = I1 - I2
2.11mA
Re
1kΩ
788
1.25V
1.15mA
IRe = I2 - I3
0.52mA
Rf
1kΩ
783
0.629V
0.58mA
IRf
0.26mA
Rg
1kΩ
721
1.80V
1.8mA
IRg
0.78mA
berdasarkan hasil percobaan dan perhitugan didapati bahwa perbedaan antara arus terukur dengan arus mesh cukup besar, hal ini bisa terjadi karna kesalahan pemasangan rangkaian, kesalahan pembcaan alat ukur, atau kesalahan perhitungan mesh.
2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawaban : Keuntungan menggunakan metode mesh pada rangkaian yang kompleks adalah perhitungannya menjadi lebih terstruktur, sistematis, dan lebih mudah diselesaikan dibandingkan analisis biasa. Dengan metode mesh, kita cukup menentukan arus pada tiap loop sehingga jumlah persamaan biasanya menjadi lebih sedikit. Hal ini membuat proses perhitungan menjadi lebih cepat, dan mengurangi kemungkinan kesalahan, serta mempermudah dalam memahami hubungan antara tegangan dan arus pada tiap bagian rangkaian.
3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh?
Jawaban : Pada resistor yang terletak diantara dua mesh, arus yang mengalir dianggap sebagai selisih dua arus mesh karena kedua mesh sama-sama melewati arus tersebut, tetapi biasanya dengan arah yang berbeda. Misalnya arus mesh pertama mengalir ke kanan dan arus mesh kedua mengalir ke arah kiri, maka arus yang lewat pada resistor itu adalah selisih dari kedua arus tersebut. Karena itu, dalam metode mesh sering digunakan bentuk I1- I2 atau sebaliknya, sesuai arah arus yang ditentukan.
Download Video Percobaan [DISINI]
Download File Laporan Akhir [DISINI]
Komentar
Posting Komentar